Senin, 23 Januari 2012

Kedatangan Mesias Yang Dijanjikan

Oleh. Pdt. Efendi Susanto

Nats: Yesaya 40:1-4; Hagai 2:7-9; Yesaya 60:1-3; Maleakhi 3:1-3; Yesaya 9:1-6
“Comfort ye, comfort ye, My people, saith your God. Speak ye comfortably to Jerusalem and cry unto her that her warfare is accomplished…” (Yesaya 40:1-5) Di segala tempat dan di sepanjang abad, sejarah mencatat anak-anak Tuhan yang mengasihi Tuhan hidup berjalan di dalam kesulitan dan penderitaan tidak ada habis-habisnya. Yohanes, seorang anak Tuhan yang berdedikasi, rajin, dan jujur di dalam pekerjaannya bekerja di satu Departemen Pemerintah di Indonesia sudah sepuluh tahun lamanya. Hanya karena tidak ingin ikut korupsi dengan seluruh orang yang ada di situ, dia difitnah dan dituduh mencuri mobil pejabat kepala, akhirnya ditangkap dan dipenjarakan sepuluh tahun lamanya tanpa diberi kesempatan membela diri.
Gideon, seorang anak Tuhan, sudah bekerja di satu perusahaan lebih dari dua puluh tahun lamanya, karena mendapat kesempatan tawaran pekerjaan lain, dengan berat hati dia keluar dari tempat kerjanya, tetapi perusahaan itu marah dan kemudian mencari-cari kesalahan dan merusak namanya. Ada umat Tuhan yang sudah berdoa 70 tahun lamanya minta dengan sangat supaya Tuhan melepaskan mereka dari ketidak-adilan; meminta Tuhan membebaskan mereka dari kehidupan yang sudah dirampas oleh orang-orang yang jahat. Mereka dibunuh oleh karena menjadi orang Kristen; mereka diperkosa supaya diam dan bungkam karena takut.
Kristin, seorang wanita yang sangat mengasihi Tuhan, sudah lama berdoa minta supaya Tuhan memberikan seorang anak baginya, dan Tuhan mengabulkan doanya setelah 15 tahun pernikahan dia mengandung, betapa bersyukur kepada Tuhan. Tetapi setelah 5 bulan, kesenangan itu berubah menjadi air mata dan tragedi ketika dokter mengatakan bayi yang ada di kandungannya mungkin cacat mental. Setelah 3 tahun anak itu dirawat dengan susah payah, kini ibunya didiagnosa menderita kanker payudara.
Maria, seorang janda miskin, menyekolahkan anak dengan susah payah dan anaknya sendiri juga bekerja keras sambil bersekolah, sehingga tidak memperhatikan kesehatannya. Pada hari anak itu lulus, betapa sukacita sang ibu. Tetapi pada hari yang sama sang anak jatuh sakit dan didiagnosa menderita leukimia.
Seorang janda di Nain sedang berjalan mengiring usungan mayat anak laki-laki satu-satunya ke pekuburan dengan menangis begitu sedih. Yesus melihat dan Yesus jatuh belas kasihan kepadanya. Di sepanjang sejarah, tetesan air mata, tragedi dan situasi yang anak-anak Tuhan alami itu sama adanya. Anak-anak Tuhan mengeluh, menangis, menjerit kepada Tuhan, meminta pertolongan dan kelepasan dari Allah. Kapankah jawaban Tuhan datang bagi mereka?
Kita mendengarkan seruan dari utusan Allah yang datang mendahului sebelum sang Mesias tiba, dan kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah, “Hiburkanlah, hiburkanlah umatKu…” Betapa indah suara Tuhan ini tiba kepada mereka yang sudah belasan tahun, puluhan tahun mengalami ketidak-adilan. Terlalu banyak mungkin kuk yang engkau dan saya pikul, kuk penderitaan, kuk ketidak-adilan, kuk kesakitan, kuk perasaan ditinggalkan dan dikecewakan. Berita Natal adalah datangnya seorang utusan membawa suara penghiburan ini menjadi berita yang dibawa kepada engkau dan saya juga. Kadangkala terlalu banyak kuk yang kita pikul di dalam hidup ini, membuat kita merasa terlalu berat untuk menanggung semuanya. There is a yoke of slavery yang diderita oleh bangsa Israel puluhan tahun lamanya; there is a yoke of unfairness, ketidak-adilan yang engkau dan saya alami di dalam kehidupan dan pekerjaan kita; there is a yoke of suffering yang kadang-kadang tidak bisa kita elakkan terjadi di dalam kehidupan kita; there is a yoke of poverty yang kita berusaha sekuat tenaga untuk menghindar, namun kuk dan beban itu datang kepada kita.
Hiburkanlah Yerusalem, hiburkanlah umatKu sebab kuk perhambaannya akan Kulepaskan, demikian suara firman Tuhan bergema. Kita mungkin ragu, kecewa, kuatir, bertanya dimana fakta itu terjadi. Itu sebab firman Tuhan dalam Yes.40:5 menegaskan kembali, “For the mouth of the Lord has spoken it.” Aku akan mengerjakan hal itu, sebab yang menyatakannya adalah Tuhan Allah sendiri. Kita terbatas oleh waktu, kita percaya janji Tuhan. Tetapi mungkin hati kita bertanya, kapan Tuhan, hal itu datang?
“Thus saith the Lord of host, just in a little while I will shake the heavens, the earth, the sea and the dry land…” (Hag.2:7-9). Sedikit waktu lagi maka Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat. Aku akan menggoncangkan seluruh bangsa, sehingga Aku akan mendatangkan bagi rumah ini dari kemegahan firman Tuhan semesta alam. KepunyaanKulah perak, kepunyaanKulah perak, demikianlah firman Tuhan semesta alam. Nabi Hagai bertanya sama seperti umat Tuhan yang lain, kapankah Tuhan akan menggenapkan janjiNya? Kapankah Tuhan membuktikan kesetiaan firman Tuhan itu? Dan Tuhan jawab dengan kalimat ini, just a little while, just a little time, sedikit waktu lagi. Sedikit waktu Tuhan mungkin bisa menjadi terlalu panjang bagi manusia. Fakta penggenapan dari janji Tuhan mungkin sekali berbeda dengan kepenuhan janji penghiburan Tuhan. Tetapi kepenuhan janji Tuhan tidak boleh luntur dan hilang dalam hidup kita, walaupun fakta penggenapan janji Tuhan itu terjadi hanya sedikit demi sedikit saja.
Mari kita coba hayati perasaan dari orang Israel, apakah yang menjadi the most important thing bagi mereka? Saya percaya the most important thing bagi mereka adalah Bait Allah. Itu adalah core yang paling penting bagi kehidupan mereka. Apa yang menjadi core fondasi the most important di dalam hidupmu? Jangan sampai rumah dan kekayaan kita menjadi core yang paling penting bagi kehidupan kita. Sehingga kalau uang, harta dan rumah kita diambil, jangan sampai kesedihan kita lebih besar daripada pengharapan dan iman kita kepada Tuhan. Tetapi jikalau Rumah Tuhan dibakar habis, Bait Allah dihancurkan dan dengan mata kepala sendiri menyaksikan tabut perjanjian Allah yang maha suci ditertawakan dan dihina oleh orang Kasdim sambil diseret dibawa ke pembuangan, bagaimana perasaan mereka? Bagi orang Yahudi dan bangsa Israel Yerusalem, kota kudus yang mereka banggakan hari itu hancur dan habis semuanya. Tidak ada kemungkinan kembali, tidak ada kemungkinan direstorasi. Mereka hanya bisa pegang janji firman Tuhan: “setelah 70 tahun di pembuangan, Aku akan membawamu kembali…”
Hagai menyatakan satu sukacita yang dalam, ia bertanya kepada Tuhan, kapan itu Tuhan? Tuhan menjawab, sedikit waktu lagi. Rumah itu akan kembali megah, Rumah itu akan menjadi indah. Seluruh bangsa akan datang membawa persembahan harta milik yang terindah, karena emas perak dan seluruh yang ada di dunia ini adaah milik Tuhan, itu yang Tuhan katakan kepada Hagai. Tetapi fakta yang dilihat adalah ketika Zerubabel, Ezra dan Nehemia membawa kembali umat Tuhan ke Yerusalem, Bait Allah tidak semegah sebelumnya.
Ezr.3:12-13 mencatat banyak di antara para imam, orang Lewi dan orang-orang tua yang pernah melihat Rumah Allah yang dahulu menangis dengan sangat sedih. Yang muda, yang tidak pernah belajar sejarah; yang muda, yang lahir di pembuangan tidak tahu pahitnya makan tuba; yang muda, yang lahir tidak pernah melihat peritiwa orang tua makan debu bercampur air mata, bisa tertawa bersorak-sorai sukacita waktu melihat Bait Allah mulai berdiri. Tetapi orang-orang tua yang pernah melihat kemegahan Bait Allah buatan Salomo yang besar luar biasa, waktu mereka pulang, dengan uang sedikit dan tenaga yang terbatas, pulang membangun reruntuhan Bait Allah, keluar air mata kesedihan melihat Rumah untuk Tuhan terlalu kecil adanya. Betulkah janji Tuhan bahwa bangsa-bangsa lain akan datang membawa emas dan perak? Betulkah bangsa-bangsa lain akan membawa persembahan bagi Tuhan? Maka dua perasaan ini bercampur, yang tua yang pernah melihat kemegahan Bait Allah yang agung, kaya dan dihormati bangsa-bangsa sekarang dengan kesedihan menyadari mereka tidak mampu lagi membangun seperti yang dulu, maka keluar tangisan tersedu-sedu. Sedangkan yang muda begitu sukacita dan bersorak-sorai. Ezra mencatat suara lolongan tangis dan teriakan sukacita bercampur aduk sehingga tidak lagi bisa dibedakan di antara keduanya. Terlalu kompleks perasaan mereka pada waktu itu. Kapan Tuhan, Engkau datangkan penghiburan bagi kami? Kapan Tuhan, perhambaan kami dilepaskan? Kami mau sekarang Engkau bertindak. Tetapi Tuhan menjawab, just a little time, sedikit waktu lagi, Aku akan menggoncangkan kehormatan dunia. Aku akan hancurkan orang yang bersandarkan kekuatan diri sendiri. Dan semua orang akan datang kepadaKu membawa semua hartanya. Kapankah itu? Sedikit waktu lagi, kata Tuhan kepada Yesaya, dan 700 tahun kemudian barulah Yesus datang menggenapkan nubuat ini. Sedikit waktu lagi, kata Tuhan kepada Hagai, dan 500 tahun kemudian baru janji itu digenapi. Walaupun hal itu masih jauh terjadi, jangan sampai itu menghilangkan sukacita dan pengharapan kita. Meskipun fakta itu masih belum terjadi, biar kita bersukacita dan bersorak-sorai. Fakta belum terjadi, tetapi kepenuhan sukacita itu tidak boleh kurang.
Thus saith the Lord, I will shake the foundation of humankind. Aku akan menggoncangkan segala kecongkakan manusia yang bersandar kepada kekayaan dan kemampuannya. Sedikit waktu lagi, Rumah Tuhan akan dipenuhi oleh segala kekayaan dari segala bangsa karena itu semua milik Tuhan adanya.
“But who may abide the day of His coming? And who shall stand when he appeareth? For He is like a refiner’s fire…” (Mal.3:1-3). Siapakah dapat tahan akan hari kedatanganNya? Siapakah yang akan berdiri di hadapanNya? Kita ingin mendengarkan suara comfort penghiburan yang disampaikan oleh utusan Tuhan kepada setiap kesulitan dan problema kita. Tetapi Maleakhi mengatakan utusan itu juga akan menyampaikan berita seperti pedang yang bermata dua adanya. The message is the message of comfort, yet it is the message of purification. Utusan itu akan menyampaikan berita penghiburan tetapi sekaligus juga berita pemurnian. Banyak orang terlalu suka Tuhan datang memberikan janji kesuksesan, kelancaran, kesehatan, tetapi kita tidak tahu bahwa semua itu datang kepada Rumah Tuhan sekaligus dengan pembersihan dan pemurnian. Berita Natal adalah berita lahirnya Tuhan Yesus Kristus yang mengangkat lepas segala perbudakan dosa yang menghimpit hidup kita, tetapi itu juga sekaligus menjadi berita yang menakutkan bagi barangsiapa yang menolak Dia, berita itu menjadi berita penghukuman baginya, bukan menjadi berita damai sejahtera.
Di tengah-tengah Tuhan berjanji kepada Hagai, ‘sedikit waktu lagi,’ Tuhan pun mengeluarkan hal yang surprise dan tidak terduga bagi kita. You seek the Lord and suddenly He comes. ‘Suddenly’ itu penting memberi penghiburan dan kekuatan kepada kita. Kadang-kadang di tengah hal-hal kita tidak sanggup lepas dan tidak tahu darimana datang pertolongan bagi kita, Tuhan datang menolong di luar dari dugaan kita. Namun sekaligus, ‘suddenly’ itu berbahaya sebab ketika kita tidak siap, Tuhan datang masuk ke rumahmu, rumahmu begitu kotor dan berantakan. Suddenly Tuhan datang di tengah-tengah Gereja ini, apakah kita sudah siap sedia? Kalau kita adalah emas dan perak, tidak usah takut dengan pemurnianNya, karena justru kesulitan dan suffering itu akan menjadi seperti api yang men-destroy kita melainkan api yang menyucikan kita adanya. Tuhan tidak tanggung-tanggung berkata, Aku akan datang pertama-tama kepada orang Lewi, hamba-hambaKu, kepada RumahKu. Itu sebab pada waktu Tuhan Yesus datang ke Yerusalem, Ia menyucikan Bait Allah dari segala kekotoran, membersihkan Rumah Tuhan yang sudah menjadi seperti sarang penyamun, mengusir orang-orang yang memperjual-beli dan mempergunakan agama untuk berbisnis dan mencari keuntungan diri, merekalah yang lebih dahulu diusir dan dibuang dari Rumah Tuhan. Tuhan Yesus berteriak sambil membawa pecutNya, “RumahKu adalah rumah doa bagi segala bangsa, tetapi engkau telah menjadikannya sarang penyamun.” Tidak tanggung-tanggung Tuhan memakai dua metafora dalam pembersihan ini. Yang pertama, seperti seorang tukang pinatu yang mem-bleach baju yang kotor, membersihkannya dari kotoran dan yang kedua seperti seorang tukang logam yang membakar dengan api yang sangat panas, memurnikan logamnya dari segala kotoran. Makin besar api, makin panas suhu pembakarannya, seluruh kotoran itu akan keluar. Itulah Tuhan. Utusan itu datang mengabarkan berita penghiburan dan sukacita Natal; utusan itu juga datang membawa kabar penyucian dan pembersihan Tuhan. Siapkah hidupmu mengalami pembersihan dan pemurnianNya? “And He shall purify the sons of Levi, that they may offer unto the Lord the offering in righteousness.”
“Behold a virgin shall conceive and bear a Son and shall call His name Immanuel, God with us…” Janji Mesias akan datang sudah digenapi. Bagaimana Ia menggenapi janjiNya? “Bangsa yang berjalan dalam kegelapan telah melihat terang yang besar…” (Yes.9:1-6). Janji itu agung. Janji itu keluar dari mulut Allah yang luar biasa ajaib dan perkasa. Kita taat, kita beriman, kita tunggu apa yang akan dikerjakan oleh Allah yang besar dan perkasa itu terhadap problema dan kesulitan dan kuk yang besar dan berat di bahu kita dan dengan pelan-pelan Ia membukakan scene itu kepada kita. Dan kita kaget, terkejut dan heran. Sebab yang datang bukan seorang superman yang gagah perkasa; yang lahir itu bukan seorang panglima perang; yang keluar seorang bayi yang kecil. How come? How is it possible? Is He truly the Messiah, our Saviour? Siapa pemimpinmu? Dunia mengagungkan pemimpinku adalah seorang jenderal besar, seorang genius lulusan Harvard, seorang yang berdarah biru, lahir dari kalangan bangsawan, seorang yang dari keluarga yang kaya raya. Tetapi siapa Dia? Dia datang dari kota kecil yang tidak pernah terpikirkan, Betlehem. God’s way to bring deliverance from sin is the unexpected way. God’s way to take away the yoke of suffering, poverty and injustice is the unexpected way. Itulah cara Tuhan bekerja di dalam hidup engkau dan saya.
Yesaya membuka scene itu dengan mengatakan “Seorang Anak telah lahir untuk kita. Seorang Bayi yang tidak berdaya berbaring di palungan yang hina…” Itulah cara Tuhan berkarya. Tetapi jangan kaget, jangan kecewa dan jangan kaget dengan fenomena yang kelihatan. Yesaya mengingatkan, Bayi yang lahir di Betlehem itu yang seolah kecil dan hina ini, di belakang namaNya adalah Penasehat Ajaib, Allah yang perkasa, Bapa yang kekal dan Raja Damai. Ia Penasehat yang Ajaib, tidak ada yang lebih bijaksana daripada Kristus. Tidak ada yang lebih hebat memimpin dan menyertai hidupmu selain Yesus Kristus. Ia Allah yang perkasa. Siapa yang dapat menjamin dan memebrikan janji untuk bisa menolong dan tetap pertolongan dan janji itu terjamin selama-lamanya? Orang dulu taruh uang di bank, tetapi akhirnya sadar bank bisa collapse. Maka kemudian ramai-ramai taruh uang membeli sovereignty bonds dari Negara karena pikir itu lebih terjamin. Siapa sangka Negara pun bisa bangkrut? Yesus adalah Bapa yang kekal, di dalam pengertian Ia memiliki leadership sebagai yang Shepherd yang memimpin dan memelihara, the Fatherhood of Jesus Christ. He is the true Shepherd, Gembala yang sejati. Yesaya mengatakan, seperti seorang gembala Ia menggendong kita, Ia bawa kita. Dan Ia adalah Raja Damai. Jangan cuma lihat fenomena; jangan mata kita terperangkap hanya melihat apa yang terlihat di dalam hidup ini. Kok begini Tuhan? Kenapa saya lihat ini dan itu? Tuhan jawab dengan Christmas, Ia bekerja dengan cara engkau tidak sangka dan duga. Allah bisa memakai penyakit yang paling ganas untuk mempermuliakan Dia; Allah bisa memakai kemiskinan dan kemelaratan yang paling dalam untuk memperkaya hidup kita; Allah bisa memakai orang yang paling jahat di dalam dunia ini untuk merubah dan membentuk engkau dan saya.
Allah kita adalah Alpha dan Omega, Dia adalah yang Awal dan yang Akhir. Allah kita adalah Allah yang menyatakan satu harmoni yang indah, ada permulaan ada penutup; ada tangisan kita perlu comfort dari Tuhan dan ada akhir dimana bukan tangisan dan teriakan keluhan minta kelepasan melainkan rejoice, sukacita keluar dari mulut bibir kita. Ada tangan terangkat ke atas minta pertolongan dari Tuhan, tetapi tangan itu tidak boleh terus menatang menengadah minta berkat dari Tuhan, tangan itu juga harus turun terulur menolong orang yang lain. Di awal yang keluar adalah air mata dan tangisan, tetapi hidup kita tidak boleh hanya dijalani dengan dukacita, melainkan keluar pujian dari mulut kita memuliakan Allah.
Waktu Bayi itu lahir, ada malaikat di surga dari tempat yang tinggi yang agung dan suci itu turun memuji Tuhan; ada nada gembala yang mewakili manusia yang rendah, hina dan tidak dipandang pada waktu itu pun juga datang memuji Allah. Pujian dari surga turun bersatu dengan pujian dari manusia yang naik ke atas, itulah penutup dari bagian pertama Messiah ini. Dibuka dengan “Comfort Ye,” ditutup dengan “Rejoice o Daughter of Zion.” Sudahkah engkau dihibur oleh Tuhan? Jika sudah, pulangkah dengan sukacita yang penuh. Sudahkah air mata dan tangisanmu dihapus Tuhan? Jika sudah, pulanglah memuliakan Tuhan. Sudahkah tangan kita yang menengadah menanti pertolongan Tuhan terjawab? Jikalau sudah, turunkanlah dan lihatlah kebutuhan orang lain yang perlu ditolong oleh engkau dan saya. Selalu ada awal dan ada akhir yang ditutup dengan kemuliaan bagi Tuhan di tempat yang maha tinggi.
Inilah berita Natal yang agung, ia bukan saja berita penghiburan bagi kita tetapi juga pembersihan bagi umatNya; ia bukan saja bicara mengenai air mata dan tangisan tetapi juga sukacita yang dihasilkan dan didatangkan Yesus Kristus bagi kita. Biar dengan Christmas Sacred Music Celebration ini kita mengawali minggu pertama bulan Desember ini dengan hati yang bersyukur kepada Tuhan.(kz)

Catatan: Khotbah ini disampaikan di dalam acara “GRII Sydney Christmas Sacred Music Celebration 2011.” Khotbah bisa diikuti sambil dengan memutar CD “Messiah” karya G.F. Handel.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar